Sistem rating Elo
Sistem rating Elo adalah metode peringkat yang diciptakan Arpad Elo untuk catur: setiap tim punya sejumlah poin, selisih antara dua tim menentukan hasil yang diharapkan dari laga mereka, dan setelah setiap laga poin diperbarui sesuai selisih antara hasil aktual dan hasil yang diharapkan.
Dirancang oleh fisikawan sekaligus pecatur Arpad Elo, dan diadopsi Federasi Catur Internasional pada 1970, sistem ini bertumpu pada dua rumus. Hasil yang diharapkan A melawan B adalah E = 1 / (1 + 10^(−Δ/400)), dengan Δ adalah selisih rating. Setelah laga, R' = R + K × (S − E), dengan S = 1 untuk menang, 0,5 untuk imbang, dan 0 untuk kalah. Mengalahkan lawan dengan rating lebih tinggi memberi banyak poin; mengalahkan lawan yang lebih lemah memberi sedikit.
Dalam sepak bola, acuan untuk tim nasional adalah World Football Elo Ratings. Di sana, faktor K bergantung pada apa yang dipertaruhkan: 60 untuk putaran final Piala Dunia, 50 untuk putaran final kejuaraan kontinental dan turnamen antarbenua besar, 40 untuk kualifikasi Piala Dunia dan kontinental serta turnamen besar, 30 untuk semua turnamen lain, 20 untuk laga persahabatan. K dinaikkan setengahnya untuk kemenangan selisih 2 gol, 3/4 untuk selisih 3 gol, dan 3/4 + (N − 3)/8 untuk selisih lebih besar; tuan rumah mendapat bonus 100 poin dalam perhitungan.
Sejak 2018, peringkat FIFA putra juga memakai rumus turunan Elo. Kelebihan sistem ini: sederhana, diperbarui otomatis, dan memperhitungkan kekuatan lawan. Batasnya: hanya melihat hasil dan selisih gol, bukan kualitas peluang (xG), pemain absen, atau perubahan skuad, dan lambat bereaksi ketika sebuah tim membaik atau menurun dengan cepat.
Contoh
Tim A (1.600 poin) melawan B (1.500 poin): Δ = 100, jadi E = 1 / (1 + 10^(−0,25)) ≈ 0,64. A "layak" mendapat 64% poin yang dipertaruhkan, dengan hasil imbang dihitung setengah: ini bukan probabilitas A menang. Dengan K = 20 (laga persahabatan), kemenangan memberi A 20 × (1 − 0,64) ≈ 7,2 poin (1.607,2) dan B kehilangan jumlah yang sama; hasil imbang membuat A kehilangan 2,8 poin; kemenangan B memberinya 12,8 poin.
Cara Elofoot memakainya
Meski namanya begitu, Elofoot tidak menghitung rating Elo. Ide awalnya sama — mengukur kekuatan relatif dua tim — tapi metodenya berbeda: model menggabungkan xG aktual, performa terkini, poin per laga di klasemen, dan kekuatan divisi, lalu memakai distribusi Poisson untuk mendapatkan probabilitas setiap skor. Jadi model ini memperhitungkan kualitas peluang, bukan hanya hasil.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Bagaimana rating Elo dihitung?
- Sebelum laga, hasil yang diharapkan E = 1 / (1 + 10^(−Δ/400)) dihitung dari selisih rating Δ. Setelahnya, setiap tim mendapat atau kehilangan K × (hasil aktual − E) poin, dengan hasil aktual 1, 0,5, atau 0.
- Apakah peringkat FIFA memakai metode Elo?
- Ya untuk putra sejak 2018: FIFA mengadopsi rumus turunan Elo, dengan pembobotan sesuai pentingnya laga. World Football Elo Ratings, yang independen dari FIFA, sudah jauh lebih lama menerapkan metode Elo untuk tim nasional.
- Apakah hasil yang diharapkan 64% berarti peluang menang 64%?
- Tidak. E adalah porsi poin yang diharapkan dari yang dipertaruhkan, dengan hasil imbang dihitung setengah. Probabilitas menang lebih rendah, karena sebagian dari 64% itu berasal dari hasil imbang.
- Apakah Elofoot memakai rating Elo?
- Tidak, meski namanya begitu. Elofoot memperkirakan kekuatan relatif tim dari xG, performa, posisi klasemen, dan kekuatan divisi, lalu menghitung probabilitasnya dengan distribusi Poisson.
Lihat juga
Pelajari lebih lanjut
Praktikkan konsep-konsep ini dengan AI prediksi pertandingan sepak bola kami.
Prediksi pertandingan gratis